Di tengah semakin meningkatnya kebutuhan akan keamanan digital, banyak pengguna internet mulai mempertanyakan: mana yang lebih aman antara password dan passphrase? Dua metode ini sama-sama digunakan untuk mengunci akses ke akun atau data pribadi, tapi ternyata keduanya punya perbedaan mendasar dalam hal struktur, kekuatan, dan kemudahan penggunaannya.
Apakah kita harus tetap menggunakan password rumit dengan simbol dan angka acak, atau beralih ke passphrase yang lebih panjang tapi mudah diingat? Artikel ini akan mengulas keduanya dan membantu Anda menentukan pilihan terbaik untuk melindungi data pribadi dari ancaman digital.
Apa Bedanya Password dan Passphrase?
Sebelum membandingkan mana yang lebih aman, kita perlu tahu dulu definisi masing-masing.
Password adalah kombinasi karakter pendek, biasanya terdiri dari huruf, angka, dan simbol. Contohnya seperti: T!mB3r@12 atau p@ssW0rd#. Umumnya password dibuat antara 8–12 karakter dan digunakan di hampir semua platform digital.
Passphrase, di sisi lain, adalah rangkaian kata atau kalimat yang lebih panjang. Contohnya: LangitBiruDiPagiHari2024 atau KucingTidurDiSofaSetiapMalam. Passphrase bisa terdiri dari 4–6 kata atau lebih, dan umumnya lebih mudah diingat karena menyerupai kalimat biasa.
Baca Juga: Email Spoofing: Cara Kerja dan Pencegahan
Mana yang Lebih Sulit Ditebak oleh Peretas?
Jika bicara soal keamanan, kunci utamanya adalah panjang dan kompleksitas. Dalam hal ini, passphrase sering kali lebih unggul. Serangan siber seperti brute force attack (menebak password dengan mencoba semua kemungkinan) akan kesulitan menembus passphrase yang panjang dan tidak umum.
Password yang pendek, meskipun rumit, tetap lebih mudah diretas dibandingkan passphrase yang panjang. Contoh:
- Password
R3x#45Q1memiliki 8 karakter dan kompleks. - Passphrase
MobilTerbangDiHariSeninpunya 24 karakter, dan meski terlihat simpel, jauh lebih sulit ditebak secara acak.
Kenapa passphrase lebih unggul?
- Panjang secara default, sehingga jumlah kombinasi jadi lebih banyak.
- Bisa diingat lebih mudah tanpa perlu mencatat.
- Tidak bergantung pada karakter acak yang susah diketik di perangkat tertentu.
Apakah Passphrase Selalu Lebih Aman?
Meski terdengar lebih kuat, passphrase tidak otomatis aman jika dibuat sembarangan. Misalnya, menggunakan frasa populer atau kutipan umum seperti AkuCintaKamuSelamanya bisa jadi target mudah karena banyak orang juga menggunakannya.
Agar passphrase benar-benar aman, berikut beberapa tips:
- Gunakan kombinasi kata acak yang tidak biasa.
- Hindari kata-kata umum atau kalimat terkenal.
- Tambahkan angka atau simbol untuk variasi, contohnya:
Pelangi#Bersembunyi2023. - Gunakan bahasa campuran atau ejaan unik agar sulit ditebak.
- Jangan mencantumkan informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, atau alamat.
Bagaimana Jika Tetap Ingin Pakai Password?
Tidak semua platform mendukung penggunaan passphrase. Jika Anda tetap ingin memakai password, tidak masalah, asalkan mengikuti prinsip keamanan yang benar. Ini beberapa tips membuat password yang tetap kuat:
- Minimal 12 karakter
- Kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol
- Hindari menggunakan nama, tanggal lahir, atau kata umum
- Gunakan password berbeda untuk setiap akun
- Ganti secara berkala dan aktifkan autentikasi dua faktor (2FA)
Anda juga bisa menggunakan password manager untuk menyimpan dan mengelola semua password tanpa harus menghafalnya satu per satu.
Apa yang Lebih Praktis untuk Digunakan Sehari-hari?
Pertanyaan ini sering muncul dari pengguna yang tidak ingin repot. Dari sisi kenyamanan, passphrase punya keunggulan. Bayangkan Anda harus mengetik B4!#x91Qz setiap hari vs KopiPanasDiMejaKerja—mana yang lebih mudah diingat dan diketik?
Namun, semuanya kembali ke kebutuhan. Untuk layanan penting seperti email, perbankan, dan akun utama lainnya, passphrase bisa jadi pilihan ideal. Sementara untuk aplikasi harian atau yang digunakan sesekali, password kuat sudah cukup—asal tidak digunakan di lebih dari satu akun.
Penulis: Amelia Juniarti
