Daftar Isi
Menghadapi seleksi Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) membutuhkan persiapan yang matang, terutama pada bagian Tes Kemampuan Dasar (TKD). Salah satu sub-tes yang paling sering menjadi “batu sandungan” bagi peserta adalah Deret Angka. Meskipun terlihat sederhana, deret angka menuntut konsentrasi tinggi, kecepatan berpikir, dan kemampuan analisis pola yang tajam.
Artikel ini akan membedah secara tuntas mengenai deret angka, mulai dari logika dasar hingga strategi pengerjaan kilat agar Anda bisa lolos ke tahap berikutnya.
Mengapa Deret Angka Muncul dalam Tes BUMN?
BUMN mencari kandidat yang memiliki kemampuan kognitif di atas rata-rata. Tes deret angka bukan sekadar menghitung, melainkan cara perusahaan mengukur:
- Kemampuan Analitis: Seberapa cepat Anda menemukan pola di tengah ketidakteraturan.
- Ketelitian: Kemampuan menjaga fokus di bawah tekanan waktu.
- Logika Numerik: Pemahaman dasar tentang hubungan antar angka yang krusial dalam pengambilan keputusan bisnis.
baca juga: ZeroDayRAT Dijual Bebas, Android dan iPhone Terancam
Mengenal Jenis-Jenis Pola Deret Angka
Sebelum masuk ke contoh soal, Anda harus memahami “senjata” atau pola-pola yang sering muncul. Jangan hanya terpaku pada penjumlahan biasa.
- Pola Larik Tunggal: Hubungan terjadi langsung antara suku pertama ke kedua, kedua ke ketiga, dan seterusnya.
- Pola Larik Ganda (Lompat): Pola yang melompati satu atau dua angka. Misalnya, angka pertama berhubungan dengan angka ketiga, angka kedua berhubungan dengan angka keempat.
- Pola Bertingkat: Selisih antar angka membentuk pola baru di bawahnya.
- Pola Fibonacci: Angka berikutnya adalah hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya.
- Pola Kuadrat/Kubik: Angka-angka yang muncul merupakan hasil pangkat atau modifikasi dari bilangan pangkat.
Strategi dan Cara Mengerjakan Deret Angka dengan Cepat
Waktu adalah musuh utama dalam tes BUMN. Berikut adalah tips pro untuk menghemat waktu:
1. Jangan Terpaku pada Satu Angka
Jika Anda tidak menemukan pola dalam 10 detik pertama pada dua angka awal, segera lihat deret secara keseluruhan. Cek apakah ada pola melompat.
2. Perhatikan Operasi Dasar
Lihat kecenderungan angka.
- Jika angka naik secara perlahan: Kemungkinan Penjumlahan.
- Jika angka naik secara drastis: Kemungkinan Perkalian atau Pangkat.
- Jika angka turun: Kemungkinan Pengurangan atau Pembagian.
3. Hafalkan Bilangan Istimewa
Sangat disarankan untuk menghafal bilangan kuadrat (1-20) dan bilangan kubik (1-10). Ini akan membantu Anda mengenali pola seperti 144, 169, 196 sebagai $12^2, 13^2, 14^2$ secara instan.
4. Gunakan Metode Coretan
Tuliskan selisih antar angka di atas atau di bawah soal untuk memvisualisasikan pola bertingkat.
Latihan Soal BUMN Deret Angka dan Pembahasan Lengkap
Berikut adalah kumpulan soal yang dirancang menyerupai standar kesulitan tes RBB BUMN.
Soal 1: Pola Penjumlahan Bertingkat
Deret: 2, 4, 7, 12, 19, …
A. 28
B. 30
C. 31
D. 32
E. 35
Pembahasan:
Mari kita lihat selisih antar suku:
- 4 – 2 = 2
- 7 – 4 = 3
- 12 – 7 = 5
- 19 – 12 = 7Selisihnya adalah: 2, 3, 5, 7. Ini adalah deret bilangan prima.Bilangan prima setelah 7 adalah 11.Maka, suku berikutnya: $19 + 11 = 30$.Jawaban: B
Soal 2: Pola Lompat (Larik Ganda)
Deret: 3, 8, 9, 16, 27, 24, …
A. 30
B. 32
C. 48
D. 54
E. 81
Pembahasan:
Jika diperhatikan, angka ini naik turun secara tidak teratur, kemungkinan besar ini adalah pola lompat.
- Pola 1 (Lompat satu): 3, 9, 27, … (Setiap suku dikali 3) -> $3 \times 3=9$, $9 \times 3=27$, $27 \times 3=81$.
- Pola 2 (Lompat satu): 8, 16, 24, … (Setiap suku ditambah 8) -> $8+8=16$, $16+8=24$.Pertanyaan meminta suku setelah 24, yang masuk ke dalam Pola 1.Maka, $27 \times 3 = 81$.Jawaban: E
Soal 3: Pola Fibonacci
Deret: 1, 2, 3, 5, 8, 13, …
A. 18
B. 20
C. 21
D. 23
E. 25
Pembahasan:
Cek hubungan antar angka:
- $1 + 2 = 3$
- $2 + 3 = 5$
- $3 + 5 = 8$
- $5 + 8 = 13$Ini adalah pola Fibonacci (jumlah dua angka sebelumnya).Suku berikutnya: $8 + 13 = 21$.Jawaban: C
Soal 4: Pola Kuadrat dan Modifikasi
Deret: 2, 5, 10, 17, 26, …
A. 35
B. 37
C. 39
D. 40
E. 50
Pembahasan:
Mari kita analisis hubungannya dengan bilangan kuadrat:
- $1^2 + 1 = 2$
- $2^2 + 1 = 5$
- $3^2 + 1 = 10$
- $4^2 + 1 = 17$
- $5^2 + 1 = 26$Pola berikutnya adalah $6^2 + 1$.$36 + 1 = 37$.Jawaban: B
Soal 5: Pola Pembagian dan Perkalian Berselang
Deret: 80, 40, 120, 60, 180, …
A. 90
B. 120
C. 240
D. 360
E. 400
Pembahasan:
Analisis operasi antar angka:
- $80 \div 2 = 40$
- $40 \times 3 = 120$
- $120 \div 2 = 60$
- $60 \times 3 = 180$Pola yang terbentuk adalah $(\div 2, \times 3)$ secara berulang.Suku berikutnya: $180 \div 2 = 90$.Jawaban: A
Tips Menghadapi Hari H Tes BUMN
Selain menguasai materi, aspek teknis dan mental juga menentukan:
- Jangan Terjebak Nostalgia: Jika ada satu soal yang sangat sulit, tinggalkan! Kerjakan soal lain yang lebih mudah terlebih dahulu. Skor untuk soal sulit dan mudah biasanya sama.
- Simulasi Mandiri: Latihlah diri Anda dengan timer. Gunakan waktu 30-45 detik per soal.
- Kesehatan Mata: Tes BUMN biasanya dilakukan secara online (Computer Assisted Test). Pastikan mata Anda tidak lelah dengan beristirahat cukup malam sebelumnya.
- Cek Koneksi: Karena ini tes daring, kendala teknis bisa merusak konsentrasi. Pastikan internet stabil.
Kesimpulan
Menguasai deret angka bukan tentang seberapa jenius Anda dalam matematika, melainkan seberapa sering Anda berlatih mengenali pola. Dengan memahami pola larik tunggal, ganda, hingga Fibonacci, serta menerapkan strategi eliminasi jawaban, peluang Anda untuk meraih skor tinggi dalam TKD BUMN akan meningkat drastis.
Kunci utamanya adalah: Tenang, Teliti, dan Tangkas.
penulis: ridho
