Daftar Isi
Pendahuluan
Kebutuhan akan akses internet yang cepat dan terkontrol di lingkungan sekolah semakin meningkat, baik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar maupun administrasi. Salah satu solusi yang efektif dan efisien adalah dengan membangun sistem Hotspot menggunakan Mikrotik yang dilengkapi dengan fitur manajemen bandwidth.
Dengan Mikrotik, sekolah dapat menyediakan layanan internet yang terkontrol melalui sistem login pengguna serta membatasi kecepatan akses untuk mencegah penyalahgunaan dan menjaga performa jaringan.
baca juga : Teknologi Wireless Terkini yang Siap Bikin Hidupmu Mudah
Apa Itu Hotspot Mikrotik?
Hotspot Mikrotik adalah sistem otentikasi jaringan yang mengharuskan pengguna untuk login sebelum dapat mengakses internet. Biasanya digunakan di tempat publik seperti sekolah, kampus, kantor, dan warung internet.
Fitur unggulan:
- Login berbasis username dan password
- Pembatasan waktu dan kuota
- Pengalihan otomatis ke halaman login (redirect)
- Manajemen bandwidth per pengguna
Manfaat Pembuatan Hotspot di Sekolah
- Kontrol akses internet siswa dan guru
- Pembatasan kecepatan dan kuota agar merata
- Monitoring aktivitas internet pengguna
- Meningkatkan keamanan jaringan
- Memudahkan pembelajaran berbasis online
Topologi Jaringan Hotspot Sekolah
csharpSalinEdit[Internet]
│
[Mikrotik Router]
│
[Switch]
┌──┼──┬──────────────┐
│ │ │ │
AP1 AP2 PC Lab Ruang Guru
- Mikrotik bertindak sebagai gateway, DHCP server, Hotspot manager, dan bandwidth controller.
- Access Point (AP) mendistribusikan koneksi Wi-Fi ke area sekolah.
- Client adalah siswa/guru yang mengakses internet melalui Wi-Fi atau LAN.
Langkah-Langkah Pembuatan Hotspot dengan Mikrotik
1. Konfigurasi IP dan DHCP Server
shellSalinEdit/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2
/ip pool add name=pool1 ranges=192.168.10.10-192.168.10.254
/ip dhcp-server add name=dhcp1 interface=ether2 address-pool=pool1
/ip dhcp-server enable dhcp1
2. Aktifkan Hotspot Server
shellSalinEdit/ip hotspot setup
Ikuti wizard konfigurasi:
- Pilih interface (misalnya
ether2) - Tentukan IP local (misal 192.168.10.1/24)
- Range IP DHCP
- DNS name (contoh:
hotspot.sekolah.local) - Buat user login pertama
3. Buat Halaman Login Custom (Opsional)
- Halaman ini akan muncul saat pengguna pertama kali membuka browser.
- Bisa diedit di
/hotspotdirectory.
4. Menambahkan User Login
shellSalinEdit/ip hotspot user add name=siswa1 password=123456 profile=default
Manajemen Bandwidth dengan Simple Queue
Untuk membatasi kecepatan internet per user:
shellSalinEdit/queue simple add name=siswa1 target=192.168.10.20 max-limit=512k/1M
Atau otomatis via user profile:
shellSalinEdit/ip hotspot user profile add name=profile_siswa rate-limit=512k/1M
/ip hotspot user set siswa1 profile=profile_siswa
Fitur Tambahan yang Bisa Diterapkan
- Waktu aktif (session-timeout)
- Pembatasan berdasarkan MAC address
- Pembagian bandwidth berdasarkan jam pelajaran
- Monitoring trafik melalui Graph atau WebFig
- penulis : Revando pratama
