Kabel Cross: Beli Jadi atau Bikin Sendiri? Ini Cara Bedainnya!
Siapa di sini yang pernah bingung soal kabel cross? Buat yang berkecimpung di dunia jaringan komputer, kabel cross ini bukan barang asing lagi. Tapi, buat yang baru mulai belajar, atau sekadar penasaran, kabel cross ini penting banget buat menghubungkan dua perangkat komputer secara langsung. Nah, pertanyaannya, mending beli kabel cross yang udah jadi, atau bikin sendiri aja? Terus, gimana caranya bedain kabel cross yang asli (buatan pabrik) sama yang rakitan sendiri? Yuk, kita bahas tuntas!
Baca juga:
Kenapa Kabel Cross Itu Penting?
Sebelum masuk ke cara bedain, kita ngobrol dikit soal kenapa kabel cross ini penting. Singkatnya, kabel cross itu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang susunan kabelnya berbeda di kedua ujungnya. Perbedaan susunan ini memungkinkan dua perangkat komputer, tanpa perantara switch atau hub, bisa saling berkomunikasi. Bayangin aja kayak telepon langsung dari satu rumah ke rumah lain, tanpa harus lewat operator.
Kabel cross ini biasanya dipake buat:
Menghubungkan dua komputer: Buat transfer data langsung, main game bareng, atau sekadar berbagi file.
Menghubungkan dua switch atau hub: Memperluas jaringan dengan menggabungkan dua perangkat jaringan.
Menghubungkan komputer ke router (kadang-kadang): Terutama kalau router-nya jadul dan gak punya fitur auto MDI/MDIX.
Gimana Sih, Susunan Kabel Cross Itu?
Nah, ini dia yang sering bikin penasaran. Kabel UTP itu punya delapan kabel kecil di dalamnya, yang masing-masing punya warna berbeda. Di kabel straight (kabel yang biasa dipake buat ke switch atau router), susunan warnanya sama di kedua ujung. Tapi, di kabel cross, ada beberapa kabel yang ditukar posisinya. Susunan yang paling umum buat kabel cross adalah:
Ujung A: Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, Coklat
Ujung B: Hijau Putih, Hijau, Orange Putih, Biru, Biru Putih, Orange, Coklat Putih, Coklat
Beli Jadi atau Rakit Sendiri? Untung Ruginya Apa?
Ini pertanyaan sejuta umat! Masing-masing pilihan punya keuntungan dan kerugiannya sendiri.
Kabel Cross Beli Jadi:
Keuntungan: Praktis, tinggal colok langsung jalan. Kualitasnya biasanya lebih terjamin, karena dibuat dengan standar pabrik. Harganya juga relatif terjangkau.
Kerugian: Pilihan panjangnya terbatas. Kalau butuh kabel dengan panjang tertentu, kadang susah nyarinya.
Kabel Cross Rakitan Sendiri:
Keuntungan: Panjang kabel bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Lebih hemat kalau sering butuh kabel cross. Lumayan buat belajar teknik jaringan.
Kerugian: Butuh alat dan bahan (tang crimping, konektor RJ45, kabel UTP). Prosesnya lebih ribet. Kualitasnya tergantung ketelitian dan pengalaman.
Trus, Gimana Cara Cek Kabel Cross Asli atau Rakitan Sendiri?
Oke, ini inti dari artikel kita. Ada beberapa cara buat ngecek kabel cross, baik yang udah jadi maupun yang baru mau dibeli:
1. Periksa Susunan Warna Kabel: Ini cara paling dasar. Perhatiin urutan warna kabel di kedua ujungnya. Pastiin sesuai dengan susunan kabel cross yang udah disebutin di atas. Kalau urutannya beda, berarti bukan kabel cross. Cara ini lebih efektif buat ngecek kabel yang belum dipasang konektor RJ45.
2. Gunakan LAN Tester: Alat ini wajib punya buat yang sering ngurusin jaringan. LAN tester bisa ngetes konektivitas setiap kabel di dalam kabel UTP. Kalau kabel cross bener, lampu indikator di LAN tester bakal nyala sesuai urutan yang benar.
3. Cek Fisik Kabel (khusus kabel jadi): Perhatiin kerapian konektor RJ45. Kabel cross buatan pabrik biasanya punya konektor yang lebih rapi dan presisi. Kalau konektornya keliatan kurang rapi atau longgar, kemungkinan itu kabel rakitan sendiri.
4. Coba Langsung: Cara paling ampuh adalah dengan mencoba langsung menghubungkan dua komputer atau perangkat jaringan. Kalau dua perangkat bisa saling berkomunikasi, berarti kabel cross berfungsi dengan baik. Tapi, kalau gak bisa, berarti ada masalah dengan kabelnya.
Apa Alat yang Dibutuhkan untuk Membuat Kabel Cross Sendiri?
Kalau kamu memutuskan buat bikin kabel cross sendiri, beberapa alat dan bahan yang perlu disiapin adalah:
Kabel UTP: Pilih kabel yang berkualitas bagus, jangan yang abal-abal.
Konektor RJ45: Beli konektor RJ45 yang sesuai dengan jenis kabel UTP (biasanya yang standar).
Tang Crimping: Alat buat nge-press konektor RJ45 ke kabel UTP. Pilih tang crimping yang berkualitas, biar hasil crimpingnya kuat dan rapi.
Gunting atau Cutter: Buat motong dan ngupas kulit kabel UTP.
LAN Tester (opsional): Buat ngetes hasil crimpingan.
Baca juga:
Kesimpulan
Beli kabel cross jadi atau bikin sendiri, semua tergantung kebutuhan dan kemampuan kamu. Yang penting, kamu tahu cara bedain kabel cross yang bener sama yang abal-abal, biar gak salah beli atau salah bikin. Semoga artikel ini bermanfaat!
Penulis:
