Quishing: Pengertian, Cara Kerja, dan Pencegahannya

Views: 1

Di era digital yang semakin maju, ancaman siber terus berkembang dengan metode baru, salah satunya adalah quishing. Meskipun istilah ini belum sepopuler phishing, dampaknya sama berbahayanya. Quishing adalah teknik penipuan yang mengandalkan kode QR palsu untuk mencuri informasi pribadi atau data sensitif pengguna, terutama di sektor keuangan. Penjahat siber sering kali menempatkan kode QR palsu di lokasi strategis atau mengirimkannya melalui email dan pesan untuk mengelabui korban agar memindai kode tersebut.

Apa Itu Quishing?

Quishing adalah gabungan metode phishing dengan penyalahgunaan kode Quick Response (QR). Penyerang memanfaatkan kode QR palsu untuk menipu korban dan mendapatkan akses ke informasi pribadi seperti kredensial login atau detail keuangan.

Kode QR memang memudahkan pengguna dalam mengakses informasi secara instan. Namun, kepraktisan ini juga membuka celah bagi ancaman siber. Kode QR palsu dapat diarahkan ke situs web berbahaya atau aplikasi yang berisi malware, yang secara tidak sadar dapat membahayakan data pengguna.

Baca Juga: Duan Yongping: Inspirasi Pendidikan dan Kepemimpinan Visioner

Bagaimana Quishing Bekerja?

Cara kerja quishing hampir serupa dengan phishing, tetapi menggunakan pendekatan yang lebih sulit dideteksi. Bentuk semua kode QR yang serupa menyulitkan pengguna untuk membedakan antara kode asli dan palsu. Penjahat siber biasanya:

  1. Menempatkan kode QR palsu di lokasi strategis seperti ruang publik.
  2. Mengirimkan kode QR melalui pesan teks atau email.
  3. Mengarahkan korban ke situs web palsu yang meniru halaman resmi, seperti portal login bank.
  4. Mencuri data pribadi yang dimasukkan korban tanpa disadari.

Cara Efektif Melindungi Diri dari Quishing

Untuk menghindari ancaman ini, berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Mengaktifkan 2FA menambahkan lapisan perlindungan tambahan. Dengan autentikasi ini, pengguna harus melewati dua tahap verifikasi sebelum dapat mengakses akun, sehingga memperkecil risiko pencurian data melalui quishing.

2. Selalu Update Aplikasi Keuangan

Pastikan aplikasi keuangan Anda selalu diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan ini tidak hanya meningkatkan performa aplikasi tetapi juga memperbaiki celah keamanan yang dapat dimanfaatkan penjahat siber.

3. Rutin Melakukan Penetration Testing

Pengembang aplikasi yang memanfaatkan fitur kode QR wajib melakukan pengujian keamanan, seperti penetration testing (pentest). Tes ini membantu mendeteksi potensi kerentanan yang bisa dimanfaatkan penjahat siber. Dengan begitu, keamanan aplikasi dan data pengguna lebih terjamin.

4. Gunakan Jaringan Internet yang Aman

Hindari memindai kode QR menggunakan WiFi publik. Jaringan umum cenderung tidak aman dan rentan terhadap serangan siber. Sebisa mungkin, gunakan koneksi pribadi seperti WiFi rumah atau data seluler.

5. Periksa Riwayat Transaksi Secara Berkala

Setelah menggunakan kode QR untuk bertransaksi, periksa kembali riwayat transaksi Anda. Langkah ini dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini dan meminimalkan risiko pencurian data.

Solusi Keamanan dari Widya Security

Untuk menghadapi ancaman seperti quishing, Widya Security menawarkan layanan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) berbasis AI. Dengan layanan ini, Anda dapat meningkatkan keamanan sistem melalui pengujian yang mencakup aplikasi seluler, website, server, hingga jaringan WiFi. Hubungi Widya Security untuk berdiskusi langsung mengenai solusi keamanan terbaik bagi kebutuhan Anda melalui WhatsApp.

Praktisi Cyber Security : Gayu Gumelar

Views: 1
Quishing: Pengertian, Cara Kerja, dan Pencegahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top